Halo kalian, enbizi story disini. Konten ini, enbizi story pikir sangat perlu kita pahami karena keuangan rumah tangga merupakan salah 1 hal yang paling penting dalam menopang hidup berumah tangga, apalagi banyak rumah tangga hancur karena masalah keuangan rumah tangga yang salah sistem pengelolaannya, mengatur keuangan rumah tangga bukan hal yang mudah, apalagi buat kalian yang memiliki sifat boros. Artikel ini, sangat cocok buat kalian yang akan segera menikah agar kalau sudah menikah, sudah memiliki petunjuk cara mengelola keuangan rumah tangga, karena enbizi story yakin, kalian yang belum menikah, ada yang menganggap hal keuangan rumah tangga itu hal sepele karena belum merasakan ada diposisi itu.
Tapi, tentang ini pun, mantap juga buat kalian yang sudah menikah dan ingin lebih memperbaiki cara mengelola keuangan rumah tangga kalian agar bisa lebih efektif dan efisien.
Yuk, kita sama sama mempelajarinya dari poin poin cara mengatur keuangan rumah tangga berikut ini, yang kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya :
1. Hitunglah Pemasukan kalian
Menghitungnya bisa dengan hitungan pemasukan per bulannya, dan yang hitung bukan hanya gaji bulanan atau pendapatan bulanan, tapi juga dari insentif lainnya seperti pendapatan diluar jam kerja atau lembur, atau keuntungan dari suatu investasi.
Menghitung penghasilan, berguna untuk bisa memudahkan alokasi pembagian yang dibutuhkan dalam sebulan, dan juga pada alokasi dana perencanaan misalnya tabungan anak, tabungan ibadah, dan lainnya.
Yang perlu digaris bawahi dalam mengalokasikan keuangan adalah, utamakan mendanai atau mengalokasikan anggaran kalian pada kebutuhan, bukan keinginan, kebutuhan pun harus betul betul mengutamakan yang primer atau yang paling penting.
2. Memahami Bedanya Kebutuhan & Keinginan
Bagi kalian yang belum tahu, kebutuhan itu dapat dicontohkan seperti makanan, rumah, serta pendidikan. sedangkan keinginan adalah sesuatu yang sebenarnya kita belum membutuhkannya tapi kita ingin dapatkan segera mungkin, seperti mungkin sudah punya smartphone harga 3jutaaan yang sudah cukup untuk kebutuhan, tapi ingin membeli yang harga 10jutaan untuk tujuan bergaya semata.
Nah, terkadang ada yang lebih banyak mengalokasikan anggaran rumah tangganya untuk hal bergaya semata, dan kebutuhannya pun akhirnya tidak bisa terpenuhi dengan baik.
Bila orang bijak, keinginannya akan dipenuhi setelah kebutuhan primernya atau yang terpenting dalam rumah tangganya telah terpenuhi. Ya, kalau contoh sederhananya sih, apabila kalian sudah bisa makan enak, punya rumah yang terasa sudah layak huni, dana pendidikan sudah cukup, dan telah memenuhi kebutuhan penting lainnya, maka uang selanjutnya sudah bisa untuk membeli hp mahal, liburan, dan keinginan keinginan kalian lainnya. Semoga disini sudah bisa dipahami tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan.
3. Rincikan Anggaran Pengeluaran
Bukan hanya pemasukan, tapi pengeluaran pun harus dirincikan secara tertulis, agar keuangan bisa terarah ke penggunaan yang wajar. Perinciannya dimulai dari kebutuhan primer yang paling utama. Sekali lagi ingat, utamakan kebutuhan daripada keinginan.
Merincikan anggaran belanja, dapat mempermudah kalian, disaat waktunya membeli kebutuhan kalian itu, kalian pun sudah memiliki anggarannya, tapi perlu diperhatikan juga, jangan membelanjakan uang yang melebihi anggaran yang telah di dirincikan, karena hal itu akan mengacaukan rincian anggaran kalian untuk kebutuhan lainnya.
4. Buat Daftar Prioritas Keuangan Keluarga
Hal ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya, disarankan untuk menentukan prioritas keuangan keluarga dalam bentuk daftar bulanan secara tertulis. Pengeluaran rumah tangga yang termasuk prioritas seperti biaya makanan sehari hari termasuk belanja urusan dapur, biaya pendidikan anak apabila sudah masuk sekolah, cicilan atau utang yang harus dibayarkan tiap bulan, tagihan listrik dan air, hingga anggaran transportasi keluarga.
Daftar prioritas, berguna untuk membantu dalam mengatur keuangan rumah tangga agar bisa efektif karena akan menjadi pengingat bahwa adanya daftar prioritas yang wajib dipenuhi terlebih dahulu.
Dalam daftar prioritas, bisa dengan membagikan 2 kategori, yaitu kebutuhan primer atau yang utama, yang ke2 yaitu kategori kebutuhan sekunder dan tersier atau kebutuhan setelah kebutuhan utama.
5. Membuat Daftar Rincian Pengeluaran
Apabila sudah memiliki pencatatan penghasilan dan juga daftar prioritas anggaran pengeluaran, selanjutnya mempersiapkan pembukuan pengeluaran yang dilaksanakan. Walaupun kedengarannya agak ribet, tapi sebenarnya ini cukup sederhana apabila sudah sering dilakukan. Bagi kalian yang pernah belajar akuntansi, pasti pernah ingat dengan tabel uraian, debet dan kredit, sebenarnya se simple itu saja, bahkan ini lebih nyaman dilakukan karena menghitung keuangan sendiri, tidak seperti waktu sekolah menghitung keuangan yang uangnya sebatas teori.
6. Anggarkan Dana Darurat
Bukan hanya negara, dalam rumah tangga pun membutuhkan dana darurat, kenapa dibutuhkan ?? karena hidup didunia ini selalu ada saja sesuatu hal kejadian yang tidak terduga dan membutuhkan duit. Sederhananya, kalian bisa memulai dengan menabung di celengan. Tapi secara serius, kalian bisa dengan mengalokasikan dana khusus untuk darurat dengan besaran 10 hingga 30 persen dari pendapatan bulana kalian. Biasanya juga, dana darurat ini, juga bisa dengan menyisihkan dana tertentu, seperti dari kelebihan uang harian. Jumlahnya tidak harus banyak, akan tetapi bersifat konstan atau rutin dan disiplin dalam penggunaannya yaitu hanya untuk dalam keadaan darurat.
7. Hindari Rasio Utang Lebih 30% Pemasukanmu
Tagihan dari utang, adalah salah 1 hal yang biasa mengganggu stabilnya keuangan rumah tangga, apalagi bila diatas 30% dari penghasilan. Disarankan sih jangan mengutang, namun apabila kalian harus tetap mengutang, maka disarankan jaga rasio utang kalian, pastikanlah tidak lebih dari 30 % dari pemasukan atau penghasilan kalian, karena kalau lebih dari 30 %, biasanya keuangan kalian akan terganggu dan akhirnya meribetkan kehidupan rumah tangga kalian, apalagi kalau ngutangnya ke rentenir berbunga tinggi.
8. Siapkan Tabungan, Investasi, Hingga Asuransi
Dari ke 3 dalam poin ini, hal termudah dan sederhana yang dilakukan yaitu menabung, dan dizaman sekarang ini, menabung pada umumnya yaitu di Bank, boleh juga dengan cara tradisional yaitu menggunakan celengan. Menabung berguna untuk keperluan masa kini dan masa depan, akan tetapi nilai tabungannya tidak mengikuti zaman, misalnya menabung 1juta disaat ini terbilang tinggi, tapi dimasa depan nilai 1juta itu bisa jadi terbilang rendah, makanya tabungan di Bank biasanya hanya untuk kebutuhan masa kini. Nah, bedanya dengan investasi atau kegiatan penanaman modal baik berupa uang atau aset berharga. Walaupun ada investasi jangka pendek, tapi Investasi biasanya diperuntukkan untuk investasi jangka panjang dan untuk menjamin hari tua, Salah 1 contohnya adalah investasi properti, seperti membeli rumah 100jutaan, di masa yang akan datang harganya akan terus mengikuti bahkan bisa jadi harganya meningkat tinggi bila lokasinya strategis, selain itu bisa untuk menghasilkan dengan jalan menyewakan. Sebenarnya banyak jenis jenis investasi, beberapa diantaranya yaitu investasi reksadana, investasi saham, investasi emas dan obligasi.
Selain tabungan dan investasi, asuransi pun juga termasuk cara mengatur keuangan rumah tangga, dengan asuransi, kalian bisa terlindungi dan terbantukan dalam hal biaya sesuai asuransinya, seperti asuransi kesehatan.
9. Berhemat
Kenapa enbizi story memasukkan berhemat? karena dengan berhemat, secara tidak sadar kalian akan terbantukan dalam mengatur keuangan rumah tangga agar lebih efisien, seperti berhemat menggunakan listrik dan air serta penghematan lainnya.
10. Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak
Bila kalian pengguna kartu kredit, maka disarankan menggunakannya sesuai daftar prioritas dan daftar pengeluaran lainnya, gunakan promo semaksimal mungkin agar pengeluaran kalian bisa lebih hemat dari normal pemakaian kredit card, intinya gunakan kartu kredit dengan bijak.
Apabila kalian tidak mampu mengontrol penggunaan kartu kredit, maka disarankan hentikan dengan segera penggunaan kartu kredit, karena biasanya juga pertengkaran rumah tangga terjadi karena hutang kartu kredit.
11. Audit Pengeluaran Secara Berkala
Disarankan lakukan audit bulanan dengan melakukan evaluasi keuangan rumah tangga. Audit berguna untuk mengetahui permasalahan yang ada, seperti adanya kebutuhan mendadak yang tidak bisa kalian hindari sehingga harus dilakukan penyesuaian anggaran rumah tangga sehingga dibutuhkan anggaran perubahan. Nah, disinilah sebenarnya fungsi dari dana darurat atau tabungan yang ada, untuk menghendel pengeluaran yang tidak di sangka sangka.
Oke, sebenarnya artikel ini hanya sebatas pengingat dan pembelajaran untuk kalian yang ingin keuangan rumah tangganya lebih efektif dan efisien. Walaupun pada kenyataannya hal ini terkadang sangatlah susah untuk di implementasikan atau dilakukan, apalagi di zaman sekarang ini, kebutuhan semakin meningkat tapi penghasilan segitu gitu saja, disisi lain siklus finansial juga semakin hari semakin susah untuk dikendalikan disaat sudah berumah tangga.
oke, sekian dulu artikel enbizi story kali ini, semoga setelah membaca artikel enbizi story ini, kita semua semakin bijak dalam mengalokasikan dana rumah tangga dengan sebaik baiknya.
Terima kasih telah menonton, kita ketemu di story story lainnya
Nonton artikel ini melalui video di channel Youtube enbizi story
cara mengatur keuangan rumah tangga Agar lebih hemat dan Teratur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cara menghilangkan cemburu pada mantan
Hai, enbizi story disini Pernahkah Anda merasa cemburu pada mantan pacar atau pasangan Anda yang telah putus? Rasanya mungkin tidak enak da...
-
Halo kalian, enbizi story disini. Kali ini enbizi story membahas tentang tanda dia naksir kamu atau tanda dia menyukaimu tapi mungkin geng...
-
Tips Agar pacar cepat melamarmu Halo kalian, enbizi story disini. Dari beberapa teman enbizi story yang cewek, mayoritas mereka lebih d...
-
Halo kalian, enbizi story disini. Sebelumnya kami telah membuat artikel tentang hal yang diperhatikan pria dari wanita idamannya, nah supa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar